kRDzP0OaPw3YJ1AeDpsLRfwSwcE Pangeran Cinta Pangeran Cinta
Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image

Cinta Yang Hilang

coment

Bagi dunk...Jempol nya...:)

Oleh Karya. Rey Seniman Langit.

My Photo
Suara Nurani
Tenanglah, sesosok jelma bak embun yang kau urai, adalah Do'a pengiring bahagiamu, sesosok jelma bak lukisan yang kau lihat, adalah serpihan nada sayangmu, Sesosok jelma bingkai sempurna, adalah rindu semirip harapan. biasnya, karena kau panggil dengan kangen, tersambut sapamu dalam kunjungan do'a tijauannya, Berjalanlah, pada apa yang ditentukan, karena Tuhan sudah sempurna membuatmu senyaman mungkin. By. Rey Seniman Langit
View my complete profile

Followers

Alamat canggih untuk membentuk anda menjadi seorang pemimpin

https://www.alertpay.com/?RHafIWOsNDW82XAI2cahBQ%3d%3d

~Akhirnya kamu Pergi Juga~

  • Thursday, March 8, 2012
  • Suara Nurani

  • ~Akhirnya kamu Pergi Juga~


    Tembikar Jeritan tikar yg tergulung.
    Bak,,,
    Gelombang Laut yg sedang pasang.
    ...Tak tertukar hati yg sedang jerit.
    Bak,,,
    Kemelut Rizki nan berebut.

    Gerimis Jatuh mengundang hawa.
    Tatkala nafsu,,,terujam bebas.
    pedih,
    perih,
    nyata seperti letupan.
    tak biasa sekedar rona bayangan hitam.

    Cinta dalam Do'a,
    Terbelah berdarah kau tinggalkan aku,

    AKHIRNYA KAU PERGI

    Kenapa Hari ini aku menangis,
    Ku urai senyum namun masih meringis,
    Kenapa Hari ini aku menangis,
    Tersayat jerit idolaku hilang.

    Dalam sepi..
    Engkau datang..
    Beri ku kekuatan..
    Tuk bertahan...
    Di hidup ku..
    Kau lah hal yang terindah...

    Aku ingin bilang duhai awan,
    jangan pernah kau pergi tinggalkan bumi
    walau,badai yg membuatku pekat,
    hitam kusam aku di sini.
    Duhai Hujan
    Gerimis,terkucur bening ditiang tiangku,
    mungkin,
    ada jalan menuju syurga,
    menggantikan sebilah hatiku yg telah hilang.

    Aku Sayang Kamu dan aku patah hati.

    ~Pangeran Cinta © 2012~
    (moga suka ya requestnya,@Eka Renandya)

    Kesetiaan

  • Thursday, February 9, 2012
  • Suara Nurani
  • Labels:

  • "Di celah Kesetiaan tentang cinta pasti akan bertemu jalan yang bergelombang, 
    ikutilah gelombangnya dengan lantunan sikap membungkuk , 
    Dan apa Bila ada Duri diperjalanan tersebut dan terinjak tak sengaja oleh telapa kaki, 
    basuhlah dengan talian pesona tadi, 
    agar lukanya terkalahkan senyumanmu yang manis".

    ~PangeranCinta~2012

    Antara Cinta Dan Dengki

  • Suara Nurani
  • Labels:
  • Kata Mutiara >

    Antara Cinta dan Dengki,
    Bahasa Aksaranya setipis hembusan sejuknya angin dikala subuh, Hanya Hati Nurani sendiri yang mampu membedakan, mana Hembusan suci tanpa ada sihir halus didalamnya.

    Selamat Berjuang.

    ~PangeranCinta~2012

    Request dari yang gie Jatuh Cinta @senandung fajar Tema : sedih Kadar kwlitas Aksara: bahagia banget tingkat 5/ 50%,hehe

  • Saturday, February 4, 2012
  • Suara Nurani
  • Labels:
  • ~Terimakasih Ya Robbi~

    Terhitung waktu, 
    dalam stiap dag dig dug ku berdebar,
    Jantung ini,
    Serasanya mau pecah,
    menanti ribuan perhatian cinta yang ku haturkan,

    Dia Diam Seribu Bahasa,
    Acuh Tak Acuh,
    Banyak Cinta di dirinya.

    Aku kagum, dengan senyumnya,
    Ku coba mengulur waktu,
    sempatkan hati mendekatinya.

    Akhirnya,
    Satu sentuh ingsut bergelut,
    Meletakkan kasih di dingding hatinya,

    Sayang,
    Jangan lihat mataku,
    Karena mungkin bisa menipu,
    Sayang,
    Jangan dengan bibirku yang merdu,
    Karena mungkin membuatmu lena,

    Sayang,
    Rabalah getaran ini,
    Disaat aku munajatkan hati,
    Aku pinta dirimu dgan Do'a,

    Akhirnya,
    Kau jatuh di pelukanku,

    Aku Jatuh Cinta Lagi.aw aw

    ~PangeranCinta~2012 
    (moga suka ya, maaf kalau hasilnya jelek ,Request For Senandung Fajar)

    Request dari yang gie patah hati @Eka renandya Tema : sedih Kadar kwlitas Aksara: sedih banget tingkat 10%,hehe

  • Suara Nurani
  • Labels:
  • ~Akhirnya kamu Pergi Juga~


    Tembikar Jeritan tikar yg tergulung.
    Bak,,,
    Gelombang Laut yg sedang pasang.
    Tak tertukar hati yg sedang jerit.
    Bak,,,
    Kemelut Rizki nan berebut.


    Gerimis Jatuh mengundang hawa.
    Tatkala nafsu,,,terujam bebas.
    pedih,
    perih, 
    nyata seperti letupan.
    tak biasa sekedar rona bayangan hitam.


    Cinta dalam Do'a,
    Terbelah berdarah kau tinggalkan aku,


    AKHIRNYA KAU PERGI


    Kenapa Hari ini aku menangis,
    Ku urai senyum namun masih meringis,
    Kenapa Hari ini aku menangis,
    Tersayat jerit idolaku hilang.


    Dalam sepi..
    Engkau datang..
    Beri ku kekuatan..
    Tuk bertahan...
    Di hidup ku..
    Kau lah hal yang terindah...


    Aku ingin bilang duhai awan,
    jangan pernah kau pergi tinggalkan bumi
    walau,badai yg membuatku pekat, 
    hitam kusam aku di sini.
    Duhai Hujan
    Gerimis,terkucur bening ditiang tiangku,
    mungkin,
    ada jalan menuju syurga,
    menggantikan sebilah hatiku yg telah hilang.


    aku patah hati,
    kau remukan cintaku 
    dgn 
    pesan yang sangat singkat.


    ~Pangeran Cinta © 2012~ 
    (moga suka ya requestnya,@Eka Renandya)

    ~Aku MENYAYANGIMU~

  • Tuesday, January 31, 2012
  • Suara Nurani
  • Labels:

  • Hujan deras mengucur dari langit kelabu
    Dalam tiap tetesnya ada rindu buatmu..
    Dan dalam tiap barisnya terukir nama indah-Mu

    Gemuruh suaranya menyeru nama-Mu..
    Adakah engkau merinduku ?
    Diam...
    Seru deru di telingaku..
    Dan daun yang gugur menjerit...
    Parau suaranya..

    Tidurlah...
    bisik semilir yg masuk liwat jeruji besi..
    Senyum itu melintas di natara garis-garis..
    Lalu terjulur tangannya..
    Diusapnya rambutku.....
    Duh tangan-Mu halus di keningku..

    Hujan masih deras mengucur..
    Tetesnya liwati pipiku...
    Dingin di luar...
    Dingin di dalam..
    Namun ada senyum mengintip di balik garisnya...

    sepi menyelinap membawa warta tak sedap
    Dari ucap yang terserap..

    Akh..
    Tak usah menjadi resah saat semua terasa indah..

    Biarlah itu sebagai bumbu dari qalbu penuh rindu

    Tak perlu sakit hati..
    Semua tak berarti selama kasih nan suci tetap terpatri abadi..

    Kasihku suci untukmu
    kau yang terbaring...
    di ranjang miring..
    ...
    Met tidur...
    Aku tau kau tak mendengkur
    Hingga mbuat orang tersungkur..
    Rasakanlah elusan tanganku di keningmu..!

    Hampir saja bening ini meluncur menyeberang garis pandang
    Saat yang didamba datang menjelang
    Sambil membawa keranjang berisi barang tanda sayang
    Yang tlah dia simpan beratus petang
    Tuk diberikan pada waktu beradu pandang..
    Sambil berucap " Aku sayang ,Inang..!"

    Rasa haru berkecamuk dalam qalbu
    Satu tetes jatuh pelepas rindu..
    Dan kupeluk engkau di dadaku..
    Sambil kubisikkan, " Aku MENYAYANGIMU.."

    Bukan. Bukan karena benda yang engkau bawa..
    Bukan karena halusmu bertutur kata..
    Juga bukan karena wajahmu yang mempesona
    Namun.. karena Kasih AllOh yang kita terima

    Sungguh hanya AllOh yang mampu menggerakkan hati
    Menumbuhkan rasa kasih tak bertepi

    Wahai engkau..
    aku menyayangimu karena AllOh..
    Aku pun tau..
    begitu pula dirimu..
    Akun kan selalu berdo'a buatmu..
    Moga AllOh Senantiasa Merahmatimu..

    Peluk kasih selalu penuh rindu iallaah..

    Kota yg dingin.. 11122011
    ~Nama Pena Mutiara Bening~
    By.Fatimah in Bandung

    ~Isuk-isuk di Pajaran~

  • Suara Nurani
  • Labels:

  • langit angkeub,
    Poek tp teu mongkleng
    Cur Hujan nu ngageyer ti subuh mula
    Ngahudang rasa,
    aya cai nu nyaclak.. Asin
    Kakeueung nyaliara..
    Akh, teu kudu diipikainget..komo diimpleng..
    Pek saguluyurna..
    Kuring rek narima..
    Pasrah..
    Tujuh bulan deui.. Leupas..
    Hiber ngawang-ngawang..
    Teu ! Teu kudu make gondewa..
    Teu kudu minangsaraya ka jelema
    Nu hirupna diatur ku nu Ngayuga .
    Nya ka Anjeun-Na Rek pasrah
    Ka nu masihan hirup
    Ka nu ngusik malikkeu hate
    Kanu miara Dunya jeung pangesina..
    Yakin..tanwande...
    Kuring pasrah..

    Hujan masih ngerecek..
    Jalan becek...

    Langit caang..
    Hate..bray-brayan..

    Duh,Gustii.. Caangkeun ieu hate..
    Yakin poe ieu langit mol tungkeb..

    Isuk-isuk di Pajaran
    ~Nama Pena Mutiara Bening~
    Pelangi, 011211
    By.Fatimah in Bandung

    ~catatan kitab~

  • Suara Nurani
  • Labels:

  • masih dengan deru,
    buih meruap rudi didalam tubuh,
    meruyup tanpa matahari mengitari hati,
    lurus hati berkata benar ,
    kenakan baju sebagai rompi.

    aku disini masih memelukmu,
    sebagai sekutu do'a mutiaramu.

    Baik-baik sayangku.
    karena namamu terikat dalam ta'likat,
    di tepi catatan kitab hati ku,
    yang berwarna.


    Malam kelam bertabur butir-butir air..
    Ada deru di luar menyingkap daun yg jatuh berguguran
    Deru di dalam sini bergemuruh...
    Tak hendak kutengok, kerna suara jado penyambung mata
    Dingin di luar.. Dingin di dalam.
    Tak terbaca pada yang tertera
    Hanya cermin berwajah duka
    Masa terlewat di dalam sukma
    Marentang waktu tak terukur
    Kucoba datangi sepi
    Berharaf ada jawab tersedia
    Namun masih tak terbaca pada kata
    Dan cermin masih saja sama..

    ~Nama Pena Mutiara Bening~
    By.Fatimah in Bandung

    ~Cag, ah~

  • Suara Nurani
  • Labels:

  • Tug ka poe ieu anjeun kumalangkan
    Na hate jeung biwir panon

    Deudeuh teuing asing wening
    Kaasih jeung kanyaah anjeun
    Geus karasa..
    Kateda nyangsang na sarining raga..
    Puguh runggunuk dumukna..
    Nu kiwari kari waasna
    Mangsa lawas,nyacas..
    Atrat na lelembutan..
    Tapi wayahna...
    Urang teundeun di handeuleum sieum..
    Urang tunda di hanjuang siam.
    Paranti nyokot ninggalkeun
    Mangsa datang sampeur deui
    Dimana urang geus sawawa sarta sadia

    Pileuleuyan... Pileuleuyan.sapu nyere pegat simpay..
    Urang paturay..
    Nu tangtos patepang deui.

    Hapunten abdi hapunten..
    Samudaya kalepatan..
    Insyaa Allaah taun payun urang patepang deui..

    Cag, ah..

    Isuk-isuk cindekul sisi balong..
    Neuteup lauk nu abring-abringan..
    Rupana warna-warni..
    Beureum,hideung,belang totol-totol. Bodas,koneng,abu,..

    Taya nu parasea..

    KABITA.. Ku kahirupan lauk nu keur diteuteup..
    Layeut..ka ditu ka dieu babarengan..
    Ras ka...
    Akh...
    Tong... Tong nyoreang ka tukang...
    Tuh teuteup jalan di hareup...
    Pilih !
    Katuhu ?
    Kenca ?

    Tong..! Tong malire ka gigir...
    Tong tanggah ka luhur...
    Teuteup nu rek disanghareupan..

    Nu kumalangkan na hate jeung biwir panon..
    Tong dipirosea..
    Nu karasa jeung kateda
    Nu nyangsang na sarining raga
    Nu puguh runggunukna..
    Teundeun di handeuleum sieum
    Tunda di hanjuang siam
    Paranti nyokot ninggalkeun..
    Mangsa lawas nu matak ngagagas

    Kiwari nu aya ngan harepan
    Mangsa datang
    Mangsa kahayang...
    Mugia Allaah masihan jaln..
    Aamiin...



    ~Nama Pena Mutiara Bening~
    By.Fatimah in Bandung
    Btm,291211

    ~Dewi Malam~

  • Suara Nurani
  • Labels:

  • Jingga di ujung senja,
    melambai tinggalkan terangnya hari..
    Menarik selimut malam
    dalam dekapan gelap yang menyergap..
    dan senyap pun meronta liwat hingar bingar udara yang mendera....
    namun tak berdaya..
    raga tlah terikat dalam tirakat yang kuat...

    Dewi malam menyempurnakan Purnamanya,
    menyinari jagat raya..
    Harafku sinarnya merasuk ke dlm sanubarimu hingga senyummu
    slalu mekar indah seindah gemilanhnya...

    Rimis menyiram Bumi..
    Dingin dan basah..
    Ranting jatuh dan gugur..
    Serupa janji yang teringkari..
    Manis didekap,
    pahit dicecap...
    Dingin merasuk ke pori..
    menggigit dan sakit...
    Ada palu bertalu di sini,
    di kepala dan di sini,
    di dalam sini ada degup semisal dram.
    Bertabuh dan gemuruh...
    Rindukah yang datang menghampiri?
    tapi gigil ini ?
    Aku...
    tak mau beku...
    Akh..
    Adakah sunyi yg memagutku tersampai kepada-Mu

    ~Nama Pena Mutiara Bening~
    By.Fatimah in Bandung

    Kekasih

  • Suara Nurani
  • Labels:
  • Kekasih...
    Di sini...Di tiap titian hari...
    Tak di siang nan benderang..
    Tak di malam nan temaram..
    Ku slalu merindu-Mu..


    Kekasih...
    Hati ini selalu bergolak,gemuruh...
    Rindu diri-Mu..
    tak terperi..

    Senandung yang kulantunkan, 
    di tiap petang untuk-Mu Sang Kekasih nan penyayang... 
    Tak hendak kuhentikan...


    Aku merindu-Mu..
    pada setiap getar nadiku..
    Pada setiap aliran darahku...
    Pada setiap helai rambut di tubuhku...
    Pada setiap hembus nafasku..


    Aku merindu-Mu, 
    Kekasihku...


    ...
    MUTIARA BENING
    ~FATIMAH~
    310112.Bandung

    ~Cerpen Tentang Cinta~

  • Suara Nurani

  • ~Soto Kiriman~

    Hujan turun gerimis, membasahi bumi disaat musim datang menyambut, gigil sejuk sentuhan balutpun meriuhkan perut yang selalu bertabuh dikala musim ini berlanjut.

    Dalam lamunan keseharian disaat sepi ini sering singgah,
    Rasa bosan selalu mampir bertandang dalam kegiatan sunyi yang belum terarah.

    Hujan mencerminkan segala rahmat datang silih berganti,

    jimmy, yang selalu berangan, sepintas ingin untuk hangatkan tubuh,
    kebetulan , kos tempat berteduh teman ku,terlalu jauh dari jalanan kota.

    "Duh, kok temanku belum pulang dari kampus,atau giliran dia bekerja masukpagi, biasanya sih , jika dia ke kampus,pasti jam segini sudah pulang, mana perut ini bertaut terus , meminta di tambal untk diisi."jimmy pun berguman sendirian .

    "Mana penyakit mah ini,gak bisa ditahan lagi".hadeuhhhhhhhh.
    "Kring,kring,kring,suara lagu panggilan Hp ,memanggil 15 menit kemudian".
    "Assallammua'laikum, ini siapa,kok nomernya diprivat, jadi tidak terlihat".sahut jimmy menjawab panggilan telefon.

    "Wa'alaikum salam,coba tebak,siapa aku hayo ?".
    "kok kedengaran suara wanita, ini siapa sieh, jangan-jangan ?".jimmy menjawab tanyanya dengan pura-pura tidak tahu.

    "Ahay, kok tidak ingat jim, suara siapa coba yang paling merdu sidunia, kalau bukan suara aku". si gadis itu menejawab, dengan cekikik genit penuh dengan keriangan.

    "Duh, aku luupa nieh,bener serius, habis suaranya kaya ditutup pake kain di speaker hpmu".Jimmy masih bernada kepura-puraan,padahal dia tahu, bahwa yang teleeon itu adalah ?.

    "Hehehe, ya udah jimm, jika tidak ingat aku tutup ya, telefonnya !".jawab si gadis bernada ketus .

    "Akakakakaka, iya deh, iya deh, aku tau ini kamu Lin".
    "Kamu, ada dimana Lin ?".
    "Oh iya, apa kabarmu, kok tumben telefon".

    "Hehehe, Allhamdulillah,jika ingat Jim,kiraku sudah lupa kamu".
    "Aku kebetulan di Depok Jim, si Aldi sms aku,katanya ada kamu di kosnya".
    "Dan Kabarku, Allhamdulillah baik , berkat do'a mu Jimm".

    "Memang,kamu lagi apa Lin di depok,kok jauh bener dari Cianjur ke depok"
    Jimmy menyahut setiap tanyanya,yang terlihat girang bernada senang.

    "Hehehe,Cuman mau kirimin kamu Soto Jimm,kesukaan mu itu".

    "wkwkwkwkwk, kebetulan banget sih Lin". tawa Jimmy yang kesenengan karena apa yang dibayangkannya,sebelum ada telefon dari Linda, dia membayangkan satu mangkok soto berserta nasi yang lagi ngebul.

    "Aku kesana ya Jimm, Kangen banget sama wejanganmu".sahut Linda yang bersemangat ,karena si Jimmy,dianggapnya sang penyejuk hatinya.
    "Tunggu ya Jim, ASSALLAMMU'ALAIKUM". dan Linda langsung menutup perbicangannya.

    ~PangeranCinta~2012

    ~Cerpen Tentang Cinta~

  • Suara Nurani

  • ~Kenalan di pintu kereta~

    Begitu banyak pecinta angkutan kereta api,semua kasta terdapat di dalamnya.
    sampai sampai, berlomba mencari tempat duduk untuk menyamankan diri.

    suatu hari,
    ada sesosok cewek feminim,memakai lengkap perlengkapan sebagai pekerja kantor,Blus panjang terikat shal merah yang membuatnya anggun dan aduhai.
    tiada sedikitpun semua kumbang yang menoleh kepadanya,
    sampai sampai berlomba pandangan,mencuri pandang terhadapnya.
    begini kisahnya.

    ada cowok cuek berwajah imut si yang menepi berdiri gagah di pinggir pintu kereta tersebut.

    Cowok : misi mbak,,,pinggir dunk sebentar,saya mau nyelip di pojokan itu.
    Cewek : boleh2...! sahut sang jelita.
    Cowok : mbak,kesian ih cantik begini kok berdiri,gak ada yang nawarin duduk ya.
    Cewek : hehehe...iya mas...tumben ihari ini,biasanya kalau aya naik,sudah banyak yang menawarkan tempat duduk untuk saya.

    Cowok : hehehe...mungkin saat ini jodohku mbak,biar bisa kenalan sama mbak.mulai si imut menggombalkan cara jitunya.

    Cewek : ah...biasa aja kali mas.Sambil menunduk mulai berburuk sangka.
    Cowok : canda mbak...namanya juga usaha...!

    Cewek : hehe,senyum simpul sambil menutup bibirnya dengan tisu putih nan wangi.
    Cowok : mbak...kerja dimana...kok secantik ini,mau sih naik kereta...?

    Cewek : bis mau gimana lagi mas...,jawab sang jelita sembari berkata...ukh gerah banget ikh.

    Cowok : sini mbak tak kipasin...hehehe,lagian mbak ada ada aja,masa secantik ini mau naik kelas ekonomi...bonafit dunk sedikit AC gitu,biar kagak di godaiin oran.

    Cewek :mas..kalau keretanya bisa turun ditempat tujuan saya kerja sih,ngapain bela-belain naik ekonomi.

    Cowok : iya ya...sayang kereta hanya berhenti di gambir.
    Cewek : ya iya lah mas...qiqiqiqi.

    Cowok : "mbak...saya mau turun duluan setelah stasiun ini,oh iya mbak...kenalkan nama saya robi...pujangga pinggiran dari kolong langit.hehehe",robi pun menyodorkan tangannya,dan anehnya si jelita pun menyambutnya.

    Cewek : "Nama saya juwita,hehehe...nama kamu bagus rob,sesuai dengan orangnya"sahut lagunya si cewek dengan jawaban perkenalan sempurna.

    Cowok : ok mbak...besok besok...saya minta nomer hatinya ya...!kalau ketemu lagi...qiqiqiqiqiqi.
    Cewek :Gomballll...bilang aja minta nomer HP...!
    Cowok :dihhh Ge'er,hari gini masih ketinggalan zaman,,,kalau aku TELEPATI dunk,sorry la ya.

    akhirnya,perkenalan tersebut sebagai tatapn pertama,hingga dihari berikutnya,kemesraan didapatkan oleh si cowok imut tersebut,perlahan lahan dia mendekati dengan apa adanya.dan si juwita berakhir jatuh di pelukannya.

    THE AND
    ~PangeranCinta~2012

    ~Cerpen Tentang Cinta~

  • Monday, January 30, 2012
  • Suara Nurani
  • Labels:

  • ~BURUH VS BIG BOS~

    Wah gak konek,gak nyambung,serba gak..."Semua mahluk sedang di timpa sensitif"bisik langit dalam hatikuh.hiks

    "Waallahi jimmy,hanya saja satu garis di hatiku,sampai kini hanya ada bisikan indahmu,entah...,dah mengapa mulai saat itu,detak jantung ini berubah-rubah,seakan seperti detik jarum jam yang ngaco,selalu cepat saja, berdebar...?".

    (My bos yang mengacungkan bendera merah,kalau kerjaanku belum beres...,sambil gelembungkan pipi terlihat dia cemberut jelek)

    "Lantas...,aku harus bagaimana ibu,sedangkan target sudah kucapai sampai saat ini,tapi...,masih saja kurang,tak sedihkah engkau melihat ku kurus,memikirkan nama baikmu,sampai ke ujung meja direktur cinta.hingga saat ini kau mendapatkan bintang dimatanya,sedangkan aku...!hanya mendapatkan gaji sesuai literatur pekerja biasa".

    (jawab jimmy,sambil membanting telapak tangan ke atas meja,karena emosi)

    "Sayang...?kamu apa jim,kamu sendiri gak pernah minta sesuatu padaku,sampai kini kamu diam saja,aku gak berani jim...!semua kamu tolak pemberianku,aku menghargaimu,walaupun aku sebagai bos mu disini,dan diluar kerja,kamu adalah sosok yang kukagumi,umurku pun dibawahmu 2 tahun.kasih tau aku,apa mau mu jim...?waallahi aku gak tau...,asalkan kamu jangan mengundurkan diri dari tempat ini...!".

    (My bos,yang memirah wajahnya,karena semua rekan melihatnya dia terluluh lantah,sambil meletakkan telapak tangannya,diatas keningnya,bertanda diapun takut dan kalut)

    "ibu...,apa yang harus ku pinta padamu ibu,kemanalah muka ini harus ku sembunyikan,jikalau rekan-rekan kita mengetahui tentangmu,yang mungkin akan mereka anggap ibu pilih kasih...,jika aku berwajah penjilat,sudah ku lakukan dari dulu,mungkin jimmy ini seorang yang hebat,yang bisa memperdayaimu dengan satu kelebihan,tak mungkin ibu...sungguh...!tak mungkin aku lakukan,karena ibu ku anggap orang yang ku hormati sepenuh hati,selaku BOS besarku sampai saat ini.
    jika aku keluar dari ruang ini,mungkin berbeda ceritanya lagi...!".

    (Jimmy pun masih mengikuti epilog debat panjang dengan bosnya,disamping itu beberapa sahabatnya,mengintip dengan tawa yang terbahak-bahak,sampai terdengar,dari satu lubang kunci pintu ruangan)


    "Alah...kamu munafik jim...,mana ada zaman sekarang,seorang lelaki yang pura-pura suci.bulsyit itu...!,aku tak pernah menemukan seoarang pun di dunia ini suci,seperti kamu misalnya,buktinya...,kamu masih suka menoleh cewek cantik,sepanjang ku perhatikan jika kita berjalan bersama ke suatu tempat. Tau kamu Jim,,,kamu secara diam-diam, sudah membuatku cemburu...!,kenapa sih jim...? apa kekurangan aku,selama aku jadi BOS mu,sekaligus menjadi sahabat mu...!".


    (Tetap kekeh,sang Bos bela diri,seolah-olah dia benar,padahal disekelilingnya,banyak yang menaruh cemburu tentang kasih sayangnya, sembari mentautkan expresi gaya wibawanya,tak gentar melawan seorang kurir yaitu Jimmy,padahal dibalik resahnya hanya perhatian dari seorang buruh yang dia butuhkan)

    "Ibu...,aku hanya menjaga sketsa hatimu,sekaligus menjaga kewibawaanmu,di depan teman-teman yang lain,tak kurang satu apapun,apapun yang ibu mau,kan aku penuhi selama ini,tanpa sedikitpun meminta lebih...,Astagfirulloh ibu...,kalau aku seorang yang bejad,aku mudah menyentuhmu dengan tanganku, tapi buat apa,,,apa untungnya,sedangkan aku berusaha menyentuh mu dengan hatiku...! itu saja ibu,benar kan,tiada satu pun kerugian yang ibu dapatkan...!"

    (Jimmy pun menjawabnya dengan sedikit irama rendah rytme nadanya, diturunkannya volume suara,menjadi lembut seketika, berharap akan berakhir perdebatan itu...!,dengan satu pilihan keluar atau terus berlanjut)

    TO BE CONTINUE
    ~PangeranCinta~2012

    ~Cerpen Tentang Cinta~

  • Saturday, January 28, 2012
  • Suara Nurani
  • Labels:


  • ~Dokter Belia VS Pasien Genit~

    Suara ambulans meraung di luar sana, sementara bau obat yang amat menyengat terasa memenuhi rongga hidungku saat ini, Seorang pria dengan kacamata berbingkai cokelat dan stetoskop menggantung di kerah lehernya sedang menulis sesuatu di secarik kertas. Ia baru saja menyuruhku menjulurkan lidah, sementara ia sibuk mengarahkan senter kecilnya ke dalam rongga mulutku.

    "Dooook, si belia itu kemana,tak relihat hari ini beliau sedang bertugas ?". Tanya jimmy yg sedang berobat.

    "Oooohhh,belia yang mana, yang menggantikanku kah, Ketika kemarin seminggu aku sedang seminar di Bandung". Jawab Dokter sembari menulis resep.

    "Iyaa Doook, hehe,kok dokter tahu".
    "Lantas, jika Dokter sudah kembali kesini,beliau buka praktek dimana,Dok ?",tanya jimmy yang terlihat bawel.

    "Beliau itu DRA. Amelia ,bertugas di kaputren ,Perawatan Rumah Sakit 24 jam,tepatnya di JL.Sudirman No.119 sebelah INDO MART".Jawab Dokter yang baik dengan detailnya.

    "Cepet sehat ya dek !"Hatur Sang Dokter dengan lembutnya.
    "Dek, sayang sekali ganteng begini,badannya kurus kerontang, sudah kaya morfinis !", Cuat Dokter yang baik sambil memberikan nasihat."Jangan suka begadang,nanti cepet tua,gantengnya hilang".

    "Ah dokter,tajem bener nasihatnya"jawab jimmy dengan nuraninya. "Namanya juga musim dok,masih untung kagak mati,hehe".

    "Oh iya Dok,kapan saya kemari lagi ?"
    "Kalau bisa mah, ci belia itu yg meriksanya !"
    Si tukang canda jimmy,membuat Sang Dokter tertawa terbahak-bahak.

    "Ah kamu pasien genit, bilang aja mau ketemu Dokter cantik !". Dokterpun terasa menyindir ke arah sana.

    "Awaaaaasss, Kalau kamu pura-pura gak sembuh-sembuh ,jika sudah berobat ke sini,karena beraharaf bertemu dengan Dokter yang cantik sebaya kamu !". Dokter baik yang periang,sambil menunjuk ekpresikan gemesnya,dengan pulpen yg ia kenakan.

    "Habis Dok, Ada kesan yang membuat saya terpaku".
    "Beliau,Ci Belia itu,sebelum menyuntik saya, merayu saya dengan kesan yg membuat hati terpana". Jawab si jimmy yang makin panjang berbicara.

    "Dia Bisikin anu Dok,ketelinga mungilku".
    "Dan Bisikannya, berbarengan Jarum suntik yang menancap di pantatku".
    "Mungkin, Strategi bijaknya agar aku tak merasakan sakit ketika disuntik pada saat itu".

    Si jimmy,yang makin aneh,karena konsultasinya jadi menyimpang bukan ke arah terapi tentang penyakitnya, melainkan ke arah Ci Belia yang buat Dokter itu tertawa terbahak-bahak.

    "Ini anak Poloos amat !" Jawab Dokter sambil menggeleng-gelengkan kepala.

    "Lekas sembuh ya, ini resepnya silahkan ambil di Apotek ya,mau di Apotek Cinta juga boleh,kan sudah saya kasih alamatnya, kali aja bertemu dengannya disana". Dokter pun memberikan resep puisinya untuk di tukar dengan obat.

    "Baiklah Dok, tak mengapa saya tebus obatnya di Dokter Cinta". Celetuk si jimmy membalas candanya sang dokter yg periang serta cuek. "Mari dok,senang sekali saya bertemu Dokter sehebat Bapak, Assallammua'laikum,saya pamit ya Dok".

    "Wa'alaikum salam, Silahkan kasep,cepet sembuh, dihabiskan obatnya". Jawab Dokter yang teramat mulia,karena jiwanya terbangun satu sosok Bijaksana dalam menghadapi pasien.

    THE AND
    ~PangeranCinta~icon id NA Copyright © 2012
  • Suara Nurani

  • Kekasih,
    Aku mendengar dan terpikat,
    Ruhku bergegas untuk merengkuh.
    dalam dekapku menerima cinta,
    Suaramu begitu manis,
    Nafs seperti seekor naga,
    Add caption
    dia tak pernah mati,
    Saat ada melepas tajrid,
    sifatnya aktif musyaadah ditepian magrib.

    tercekat hati penuh tanya,
    mentaripun bergulir merah,
    tat kala angin bergulir resah,
    senja menepiskan jasad,
    Ma'rifat berulang menunggang azal.
    meratap haluus dan penuh makna.

    Sayangku,
    Tazkiyya-tunnafsi ,
    mengerti benar tentang hikayah,
    celah langit bentangkan hari,
    selang bingah tak terasa memuja,
    Aura terpancar ditengah ikhlas bicara.

    embun terundang,
    fajar terbentuk,
    janji tercipta,
    hati terbentang,
    shofa teraih dengan bijak terserap.

    ~PangeranCinta~2012

    Labirin lazuardi (kolaborasi nurani VS Sketsa Oase Senja)

  • Wednesday, May 4, 2011
  • Suara Nurani
  • Labels:
  • Sesaat tiba dipenyepian teriknya dunia
    Labirin bicara semesra cahaya
    Aku maglub ya robby
    Mahatma ku sirna,
    Hanya kain usang yang ku pakai
    ...Mahfulku...
    Bisakah menyebut engkau ya maha suci
    Ya robby
    Tiada yang lebih dipribadiku
    Mengapa madu tak semanis hakikatnya
    Mengapa madu tak semanis tharikatnya
    Aku hanya punya hati ya robby
    Tiada yang lebih
    Untuk mengindahkan bunga
    (nurani)
    Wahai pujangga,
    purna lah masa bertapa
    kais cahaya sibak moksa
    bila tiba ruh wicaksana
    pancal durga renggut tolak bala
    ...menahut diri tatap lazuardi
    pancangkan jejak kaki
    menunduk resapi bumi,
    hanya pada Sang MahaDaya membasuh raga tuk suci,
    dan lembar jarik sujud kubentangkan disini
    Munajatlah....
    (Sketsa Oase Senja)
     
    Wahai pujanggi,
    Ku resapi lazuardi nan indah
    Kuterpakut keadaan dunia
    Fisikku melemah tiada cahaya
    Kuterkurung terjbak pusaran
    ...Bala menjamah tak smpat ku tolak
    Namun ku cermati durga ini
    Jejak kakiku terkunci gulita
    Padahal ku tak lahap ataupun rakus
    Mengapa
    Penyumbat celah papan ku kuat
    tak goyah dan enyah
    Dari suara nurani ini
    Cahaya sudah ku peluk erat
    Nestafa sudah ku kunci hebat
    Hatipun terlapisi dingding nikmat
    Namun
    Dunia ini kejam
    Tak seindah wicaksana pancang hati
    Ku gagap menghadapi renta
    Dan sayang
    Maharku tak cukup
    Adakah jarik mencerminkan lembar halaman
    Sedangkan aku
    Bersujud tanpa permintaan
    Hanya menghadap keridhoannya sang maha indah
    (Nurani)
     Wahai sang perentas sabar,
    titian liku menelikung
    menghisap naluri dalam kungkung
    cakrawala slalu indah tuk dipandang
    jangan kalah pada panas surya,
    ...mengkerut jasad tak bersia,
    ingat,
    pedang tajam
    dicipta dari pukul dan dera,
    menabrak panas lidah api,
    bukan karena elus lembut
    buaian hasta,
    cobalah belajar padanya.
    (Sketsa Oase Senja)
    Wahai sang penuntun satu tharik
    Tiada Чªлб berliku distiap cekungan dunia
    Tiada Чªлб berwujud hitam disaat persimpangan persandingan terang
    Aku mengetahui dengan sadar disetiap palung palungnya...
    Ku hindari dunia menjauh
    ...Ku dekati dunia mendekat
    Mengapa keadaan ini berbalik
    Dera mencabik keadaan jasadku
    Karena
    Satu elusan lembut
    Tak bisa meredakan suara perut Чªлб bergemuruh
    Akankah aku sanggup
    Jika aku lemah
    Mungkin aku sudah terbeli oleh satu persandingan bunga
    Aku tak sanggup dlam lidahnya
    Karena aku
    Hanya lelaki biasa
    Tanpa pedang di punggungku

    (Nurani)

    Air Mata

  • Sunday, May 1, 2011
  • Suara Nurani
  • Labels:
  • ...Air mata Cinta...

    Gelombang laut yg tak mudah ku jejaki.
    Gemuruhnya sesah ku lewati.
    Bathin mengais sedih,dari ketepurukan mahkluk satu titik resah
    ...Air mata cinta...yg ku hembuskan bersama Do'a.
    Tak mampu membendung suara hati
    selalu pedih dalam keresahan di alam fikirnya
    Air mata cinta,berlebih ketika kecewa menghadang beruga hati
    hati teriris memiris dalam janji setia
    membungkam harapan dari janji suci dunia.
    Apalah daya...air mata cinta.
    mengalir suci untuk sebuah harapan malakut kebahagiaan Hati.
    aku menangis...pada satu titik jenuhnya yg ku takutkan.
    Air mata cinta...
    teriringi segenap harapan yg kandas di tengah jalan.
    selamanya...akan terkenang
    jika ia mengerti pada satu relung yg teramat peka
    aku pejamkan mataku,distiap tetesan air mata cintaku
    Matipun akan tersenyum simpul dalam kasih sayangku.
    Aku sayang kamu sampai perpisahan akhir menutup mata.

    BY.NURANI ALAM 2011

    Perhatikan Bunga

  • Suara Nurani
  • Labels:
  • lihat pelangi... tak akan terlihat indah sebelum badai...
    perhatikan bunga... tak kan kuat tanpa batang di bawahnya...
    bersabar lach wahai akang nurani...
    tak kan lama hatimu merasakan duka...
    -ai-
    By.Adinda Ika

    Temali sayap ku

  • Suara Nurani
  • Labels:
  • Bismillah
    Ya allah
    ketika nikmat & kesedihan melanda sanubari
    ku bentangkan sayap temali kebeningan pada kerapuhanku
    ku tempuh namun ku tak sanggup
    ...mencoba kupahami namun ku tak bisa menyelami
    aku ingin keimanan ini
    senantiasa berkiprah pada angin sejuk
    meminta surgamu tuk kembali
    ketika bahagia ku di dunia ini
    amin ya robbana
    Irhmana ya arhamarrohimin
    Lestarikan senyuman demi hakikat hidup sejati
    By.Nurani Alam

    Bahagia sejati

  • Suara Nurani
  • Labels:
  • Assalmua"alaikum wr wb...
    Dalam rahmat Tuhan...
    Kebahagiaan bukan hanya saat kita mampu tertawa..
    Taukah anda...??
    Bahagiamoe sejati..
    ...Kala kita mampu memaknai arti kesakitan..
    Tersenyum dalam kerendahan...
    Cukup hati dan TUHANmoe yang tahu...
    Jangan deraikan nestapamoe..
    Hingga mendung menggayut di antara serpihan alam sekitarmoe..
    Buka hati..
    Pikiran rendah hatimu..
    Koe yakin kau mampu mersakan jemari_jemari kasih..
    Memagutmoe penuh kasih...

    Dia adalah Obat

  • Suara Nurani
  • Labels:
  • banyak yang memuji mawar merah itu cantik rupa...
    tapi mereka tak percaya mawar hitam itu juga ada...
    jangan kau tertipu oleh merahnya kelopak bunga...
    yang hitam hanya tak mudah kau cari disudut dunia...

    ...tetab lach semangad mencari mawar hitam...
    dia adalah obat untuk luka hati yang lebam...
    menerangkan dunia yang hitam kelam...
    dengan warnanya dia buat api menjadi padam...
    suana panas berganti sejuk nan tentram...

    -ai-
    Adinda Ika
  • Suara Nurani
  • Labels:
  • Semua tersenyum.
    Kenapa aku menangis?.. Semua tertawa.. Kenapa aku tersedu??.. Tuhan..jika aku boleh meminta... Jadikan aku seperti boneka jerami.. Yang tak kan rusak andai terjatuh bahkan terinjak sekalipun..Kenapa..karena ªķΰ takut Kau jadikan aku seperti boneka porcelain.. Yang mudah retak dan hancur bila jatuh dan tersentuh...berkeping keping

    Keistimewaan

  • Suara Nurani
  • Labels:
  • Bismillah

    Kupu kupu tak tau warna sayap mereka
    semua insan tau betapa indahnya sayap mereka.
    Seperti juga dirimu,Tdk tau keindahanmu sendiri
    ...Tapi ALLAH tau btapa istimewanya dirimu dimatanya
    Ktika engkau tunduk dlm syariat
    & tunduk ridho atas takdirnya
    Trsenyum dlm musibah
    Tgar dlm ujian,Teguh dlm pendirian
    Subhannallah Smoga kita adlh Hamba2 yg terpilih
    Menjadi hamba terindah dimatanya

    Karya.Myntie saleh

    Hidup

  • Suara Nurani
  • Labels:
  • Bismillah

    Hidup itu adalah anugrah belajar
    belajar bersyukur meski tak cukup
    belajar ikhlas meski tak rela
    ......belajar taat meski berat
    belajar memahami meski tak sefaham
    belajar setia meski tergoda
    belajar dan terus belajar,meski keyakinan setegar karang
    tetapi sudah menjadi kodrat bahwa hati seperti air laut
    bergelombang,pasang,surut,dan sering terbawa arus.

    Karya.Myntie Shaleh

    Ya robby

  • Suara Nurani
  • Labels:
  • Bismillah

    Wahai Sembahanku ya robby
    Tiada ada yang tertutup bagimu di malam yg senyap
    Langit yg memiliki Bintang-Bintang
    ...Bumi yg memiliki Hamparan Hijau
    Kegelapan sebagian atas sebagian
    Laut yg bergelombang yg engkau jadikan penutup atas makhluk2 mu
    Engkau tutupi dengan rahmatmusiapa saja yg engkau hendaki
    Bintang akan tenggelam dan mata jasad akan tertidur
    engkau tetap hidup memelukku

    Karya.Myntie Shaleh

    JANIN SUNGSANG ( Kolaborasi"Prasasti murni Vs Nurani )

  • Monday, April 25, 2011
  • Suara Nurani
  • Labels:
  • kau msh sama spt yg kuraba
    berhamburan diangkasa
    kadang jatuh ditaman menyerupai kumbang liar
    ...kadang jatuh dijemuran menyentuh basah kain diterpa bayu kehidupan
    ...kadang hinggap bertaut dipasir membentuk stupa nyawa
    yaa...Berbineka..
    Tapi kemurnian itu tampak nyata
    ku hanya bersimpul jenaka,
    menjadi mardi siwi
    pandangi guru bernyanyi.

    rabalah sesuka hatimu
    ...namun,jangan kau taruh tentang hitamku
    angkasa megah dalam hatimu
    kujemurkan putih tiada pun basah
    stupa wajahku kian menyirna
    Dan ku.....................................
    tak mampu lagi untuk menyentuhmu
    ku hanya...pongah dikesiangan hari
    menanti sangkerta tertulis indahnya
    memardi lirih siwikan tawamu
    membingkai murni kesaksian sejati

    padang harapan entah dimana
    sesaat malam kuslalu ratapi
    hanya gersang yg tak kupinta
    menyimpulkan diri dari Prasasti

    Gundukan terjal terlampir
    sungsang menyetir alir janin
    hitam putih pun masih jadi bayangan
    jika ketuban waktu tak lagi pecah
    mungkin bayi sengketa tak memudarkan keriput raga
    ...namun
    seketika nyawa prahara membucahkan dilema
    hingga prematurlah rasa
    belum genap masa tuk menyantap dunia nyata
    tlah terlahir dg paksa sebuah tanya
    lalu cahaya inkubator merengkuh kulit ruhku
    menghidupkan setitik nyawa diharapan
    meski kini jadi candu
    lupa bahwa ada waktunya cahaya itu pergi
    tinggalkan relungku tuk siap mandiri
    menyetir nadi
    lalu ku tengok ketubanku dulu
    andai ia tak terkelupas lapisnya
    mungkin wujudku lbh sempurna
    tanpa tergantung pada cahaya
    masihkah kubisa menyapanya?

    kerap janin yang terlahir
    mengukungkan sungsang langkahku
    ketuban pecah dalam pinangan
    keriputi raga di sengketa prahara
    dilema kisah terbingkai slalu
    ...menyantap satu derita maya

    satu titik bulan terjatuh
    embanan lembut kuis sang hati
    memaksa satu gurindam lalu
    candu memahat saling mematri

    jika cahaa hanya menyakitimu
    usir lah ia dari relungmu
    karena mungkin hitam yg menjelma putih
    dalam ada ku melapisi jiwamu

    gantunglah aku dalam redup gulita waktu
    tanpa sapa,walau candu merogohku
    mungkin bisa kelupaskan angin lalu
    Higga ku genap tanpa ganjil mengintari

    Engkau selalu bisa menyapanya
    kapanpun kau mau...
    namun adakah ia layak dalam wujudnya
    Ketika satu hitam tetap mengiringinya

    Tak teringkari dilema hati menyayat sunyi
    menikam bak duri mencabik asa dalam sanubari

    ku masih terkungkung
    merenung
    ...apa salah diri hingga cahaya berbelok mengingkari

    mungkin ku masih buta
    mengeja makna hidup yg belum tertangkup

    jika kulepas ia
    sesalku bak didera
    tak kuasa menahan terang kasihnya

    namun jika terus kukitari
    duri dan belati bak menyayat
    menahan perih pada pecahnya warna

    ah,mungkin kuhanya bagian yg terlupa
    biarkan waktu terus membungkamku
    menutupi imaji maya

    beruntung hadirmu selalu menghibur lara
    jika masih bisa ku sapa
    ku ingin mengucap kata
    makasih atas penawar pilu yg tertuang dibait aksara

    salam panjang prasati cinta,nadir hidup sepanjang masa

    Kolaborasi Puisi
    Nurani Alam VS Prasasti Murni ( JANIN SUNGSANG )
    https://www.facebook.com/profile.php?id=100002110861835#!/profile.php?id=100002110861835 (prasati murni)

    VONIS CINTA (kolaborasi"sekar langit vs nurani )

  • Suara Nurani
  • Labels:
  • mendengar gemuruh petir di kala hujan
    larut dalam jeritnya
    kau harus tahu seberapa besar hujan di luar sana
    agar kau tak ragu menyeberanginya

    ...Aku mendengar jeritnya
    Begitu memukau.........
    Membentuk kilat di selip awan hitam
    Menembus bumi getarkan altar
    ...Ku cermati...
    Satu hujan diantara jutaan butiran bening
    Ada satu Чªлб terjatuh di soca kelopakku
    Harum mewangi
    Sedia bentangkan jembatan putih
    Untuk ku sebrangi
    Walau tebing menjerit ku lewati

    jangan vonis dari teriakan,
    namun harus mampu membedakan,
    melangkah demi sebuah mimpi,
    meski awan kelabu dan tak lagi berwarna biru,
    memanggil-manggil butiran hujan,

    Aku teriak pada putusan
    Ku hamburkan gelap kenistaan perih
    Mengiris sendi
    Gontai langkah ku terbalik
    ...Menuju gelisah pada curam langit
    Sekar datang menjamu
    Menggiring langit pada giwang bersih

    Sayang...
    Aku teriak demi vonis yang salah
    Hingga jeruji ini sesah ku bongkar
    Surat kecilku menangis
    Kini dawai itu tak mengalun

    walau aku tahu harapan tak sesuai keinginan
    namun satu asaku akan ketulusan
    meski letih dan lelah kurasa
    namun aku percaya jeruji yang ada kan tiada di rasa
    suratmu kubaca/kupahami maknanya,dawaimu sentuh lembut kalbuku...........

    Rytme alam sekar
    Tatkala langit padam
    Tulusku sudah ku tuang secawan berlian
    Girisku berlali lalu lalang
    Menggilas satu makna Чªлб jelas
    ...Rasa itu masih memalis di dingding Чªлб gopoh
    Kupahami disaat lerai
    Dia menjauh menjaga mimpi
    Ku selami disaat lari
    Dia mendekat mengejar mimpi
    Satu golak mengelagak diglobe cinta
    Hatipun ,mengeras menjadi baja
    Aku hanya menjadi gidik
    Hingga gitarku...berubah menjadi minor
    Entah...
    Mungkin kisah lelah menjadi gulma Чªлб mengering....

    padam langitmu kan terangi dengan sepercik sinar dari putik sekarku
    tulus terjaga berbaur dalam sgala rasa
    rasaku juga rasamu yang menyatu dalam butiran rindu
    mimpiku telah ada dalam nyata lelehkan gulma dalam sketsa senja/tertuju aku pada jurang asmaradhana
    terdampar
    terkapar dalam geliat aroma sorga

    Kurasakan sekar
    Sinar itu menglayut di tubuhku
    Putikpun terasa slalu didlam hati
    Rasa yang sudah ku beri
    Menjadi rindu Чªлб kian menjadi
    ...Namun,
    Aku tak menemukan larung
    Butiran pun terkikis habis dikebeningan malam
    Jurang itu semangat juan dalam sketsa
    Geliatku tak pandang bulu
    Walau nyata lelehkan gulambai waktu
    Guguh gunung ku kumpalan gulali mahal
    Tetap,tak menyahut
    Malahan...
    Penyanggah gua
    Menjadi gelap terhalang laba2 manis
    Ku ingin aroma surga
    Bukan kapar mendamparkan gulingan kalut
    Mungkin sesaat waktunya tiba
    Geregat hatinya memangil aku
    Romantis...
    Gubrisnya memelukku pada hakikat

    sekar tertunduk pada alam
    dalam keletihan yang nyata
    tak mampu berlari dari rindu yang menggelora
    ada kisikisi yang mengganjal nyeri
    ada kabutkabut yang menggelayuti
    diam dalam samar
    terpaku tergugu dalam hampa
    bekukan nurani yang semakin memudar dalam kelamnya bayang

    Bukan Begitu kawan,melainkan
    Alam yang tertunduk pada sekar
    Bukannya...
    Letih dalam kenyataan
    Terbendung sua diantara kolase
    Sekar itu gumpalan wewangian Чªлб tertabur
    ...Skiranya terlebur
    Untuk mengikis langit yang mendung
    Tentuntnya
    Belutas tangga pada ikatannya
    Akan kokoh tidaklah kelam

    Gelora berlari dngan sndirinya
    Tampil tak di undang
    Mengganjal sendi sendi awan
    Hingga kabut berkumpul menjadi hitam
    Namun
    Sekar di langit itu
    Menyemai kiro'at kendalikan semarak
    Hingga samar menjadi diam
    Tergurat nadi yang tak memudar

    Andai kelamku menjadi bayang
    Skiranya,kelantang terkesiap di ufuk
    Mungkin kolase ku
    Akan indah dipadang harapan
    Tak gusar dan takpun sendu
    Hanya manis mencari mursyid
    Untuk menuai muwarih cinta

    Kolaborasi Puisi Vonis Cinta
    Nurani Alam VS Sekar Langit ( sajak beruntai,Vonis cinta )
    https://www.facebook.com/hanna.yohana 
    https://www.facebook.com/hanna.yohana#!/profile.php?id=100001678392574 

    Tak Semewah hati berkata

  • Sunday, April 24, 2011
  • Suara Nurani
  • Labels:
  • Dengan apakah harus kutuntaskan puisi
    dengan menggoreskan luka di jari agar mengalir darahku
    hingga setiap kata berdebar seperti jantungku.
    Atau dengan tetesan keringat yang membungkus punggungku
    agar tahu puisi adalah kerja keras mencangkul di tanah cadas
    ...setiap kata tumbuh dari ketulusan berkarya.
    Atau dengan airmata yang meloncat-loncat
    seperti huruf-huruf di papan ketik
    mengikuti apa saja yang aku tulis...
    https://www.facebook.com/profile.php?id=100001490623522
    Tertuntas satu tembang kisah
    dimana aliran tak singkron dengan jari
    debar jantung gelegar
    teteskan keringat hasil letihmu
    ketika cadas mengeruk suara hati
    ...murni tersusun dengan rapi
    tercuat kecewa atau bahagia
    terukir dalam kertas tertulis tinta cahaya pena
    air mata mrengus miris
    huruf tertulis,hingga tak berbentuk
    ketika alur karya tak semewah hati
    ia tetap punya talenta
    aa kurang dan ada pun lebih
    namun tetap
    sejarah menulis,bahwa puisi suara hati


    BY.Nurani Alam2011 


    Kolaborasi Nurani Alam Vs Syair yang Hilang

    I KNOW YOU WANT TO ME

  • Suara Nurani
  • Labels:
  • Pelangiku seindah sorot hatimu yg lembut,
    Tak terkulai oleh waktu,
    pancarkan bening dalam lisanmu,

    Dzahir disetiap warna,
    ...memunculkan satu keymestri indah,
    terkenang dalam layar khalbu,
    se elok manis sang langit biru,

    celah riskan,tertutup untuk di tepi,
    celah gundah,terbalut untuk di semai,

    kini,tandang khatulistiwa satu garis jiwa,
    berlabuh tak meski hanyut dalam Bara,

    Ku rinai dan ku cermati lengkuknya,
    Ia setia menyinari bumi,

    asalkan satu gelombang hujan,
    tak diwarnai awan yg hitam,
    niscaya gerimis kecil,
    terwanai PELANGI INDAH,menjumbai...,

    Tanggal hari menjulang,
    menjuntai warna kekasih hati,
    Izinkan aku menepi,,,
    tuk lewati singasana warnamu,
    Pasti ku hiasi dengan cinta dan kasih sayang,
    untukmu Bidadari ,
    di saat Selendang mu lupa tertinggal,

    Ku ingin kembalikan,,,tudung suci-mu,
    Agar engkau bisa pulang,
    dengan selendang emas sutramu,
    Dari satu kisah negeri di awan.


    By.Nurani Alam2011(Request) I KNOW YOU WANT TO ME

    Selamat Datang Sahabat Hati.

    Entri Populer

    4shared